Threat and Destruction

Ancaman Mangrove
1. Pengambilan kayu.
2. Pembukaan tambak.
3. Reklamasi lahan.
4. Sampah.
5. Aktifitas merugikan lainnya.

Bagaimana Keberadaan Ekosistem Mangrove Bisa Terancam?
1. Pemanfaatan yang salah dan berlebihan.
2. Pengambilan kayu.
3. Alih fungsi lahan.
4. Reklamasi.
5. Aktivitas merugikan lainnya.

Luas dan Kerusakan  Mangrove Indonesia
Luas hutan mangrove Indonesia antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar, merupakan mangrove yang terluas di dunia. Melebihi Brazil (1,3 juta hektar), Nigeria (1,1 juta hektar) dan Australia (0,97 hektar) (Spalding dkk, 1997 dalam Noor dkk, 1999).

Sekitar 3 juta hektar hutan mangrove tumbuh di sepanjang 95.000 kilometer pesisir Indonesia. Jumlah ini mewakili 23% dari keseluruhan ekosistem mangrove dunia (Giri et al., 2011).

Namun demikian, yang patut disayangkan adalah laju kerusakan hutan mangrove di Indonesia juga termasuk yang tercepat di dunia.

FAO (2007) menyebutkan bahwa luas hutan mangrove di Indonesia pada tahun 2005 hanya mencapai 3,062,300 hektar atau 19% dari luas hutan mangrove di dunia dan yang terbesar di dunia melebihi Australia (10%) dan Brazil (7%).

Di Asia sendiri, luasan hutan mangrove Indonesia berjumlah sekitar 49% dari luas total hutan mangrove di Asia yang dikuti oleh Malaysia (10% ) dan Mnyanmar (9%). Akan tetapi diperkirakan luas hutan mangrove di Indonesia telah berkurang sekitar 120.000 hektar dari tahun 1980 sampai 2005 karena alasan perubahan penggunaan lahan menjadi lahan pertanian (FAO, 2007).

Kementerian Kehutanan tahun 2007 juga mengeluarkan data luas hutan mangrove Indonesia, adapun luas hutan mangrove Indonesia berdasarkan Kementerian Kehutanan adalah 7.758.410,595 hektar (Direktur Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kementerian Kehutanan, 2009 dalam Hartini et al., 2010), tetapi hampir 70%-nya rusak.