Posted on

Tiga Kisah Sukses Penulis yang Berhasil Menerbitkan Bukunya Melalui Crowdfunding

Mangrover Unite. Di era digital seperti sekarang ini, banyak hal yang membuat penulis dan penerbit ‘terpaksa’ memikirkan cara kreatif untuk tetap bertahan. Entah itu cara mereka mempromosikan project buku, menerbitkan buku, desain buku maupun packaging buku itu sendiri agar tetap terlihat menarik.

Menurut Margot Atwell, Publishing Outreach Kickstarter, industri buku sudah tertinggal jauh dari games, teknologi dan design, kemungkinan hal itu terjadi karena jenis penerbit seperti penerbit mayor dianggap masih menggunakan cara yang “jadul,” yaitu menyeleksi ketat ratusan naskah baru menerbitkannya. Sedangkan bisa kita lihat sekarang ini banyak orang lebih memilih untuk membaca e-book.

Namun akhir-akhir ini banyak penerbit yang menyediakan tempat untuk penulis menerbitkan karyanya lebih cepat. Salah satunya yang sedang booming dan banyak diperbincangkan oleh penulis dan penerbit dari luar maupun luar negeri adalah crowdfunding.

Penerbitan buku secara crowdfunding dapat memberikan banyak keuntungan bagi penulis dan pembaca. Di satu sisi, penulis dapat dengan mudah menerbitkan bukunya tanpa memerlukan modal karena modal akan didapatkan dari campaign yang dijalankan, di sisi lain pembaca dapat mendukung penulis favorit atau campaign buku yang mereka tunggu-tunggu dan mendapatkan buku dengan kualitas terbaik serta hadiah-hadiah yang diberikan penulis dalam tiap pledge-nya.

Butuh bukti seberapa besar peran crowdfunding di dunia penerbitan? Baca tiga kisah sukses penulis yang berhasil menerbitkan bukunya melalui campaign crowdfunding, berikut ini:

1. He Never Liked Cake karya Janna Leyde

Meskipun Publush sudah tutup dan meluncurkan versi terbaru dari produk mereka, Publaunch, Publush pernah menyelenggarakan campaign buku yang sukses di-funding sampai dengan $15.230, yaitu He Never Liked Cake karya Janna Leyde.

Bukunya-pun laku dipasaran dan mendapatkan review yang bagus di komunitas online untuk pembaca dan penulis terbesar di dunia, Goodreads.

He Never Liked Cake sendiri bercerita tentang memori Janna bersama ayahnya yang meninggal karena cedera otak, uniknya, Janna menceritakan dari sudut pandang anak-anak. Janna menggunakan Publush untuk mengumpulkan uang biaya penerbitan dan pemasaran bukunya.

2. FORKS: Three Years. Five Continents. One Motorcycle karya Allan Karl

Lain halnya dengan Allan Karl, dia memilih Kickstarter sebagai platform untuk penerbitan buku tentang perjalanannya yang berjudul: “FORKS: Three Years. Five Continents. One Motorcycle”. Allan Karl membawa motornya untuk berkeliling dunia. Teman-teman, keluarga dan fans mengikuti perjalanan tersebut melalui blog pribadinya, WorldRider, dan sesampai di rumah, Allan langsung menuliskannya kembali dalam bentuk buku.

Total 546 pendukung di Kickstarter yang melakukan pledge hingga $40.994 yang mendukung project buku tersebut. Hampir dua kali lipat dari target Allan untuk mencetak dan mempublikasikan bukunya sendiri, yaitu $22.000. Angka yang fantastis, bukan?

3. All Black Cats Are Not Alike – The Illustrated Book karya Peter Arkle dan Amy Goldwasser

Bagi pecinta kucing, pasti kamu sangat menyukai buku ilustrasi yang satu ini. Peter dan Amy menemukan ide untuk menerbitkan buku ini saat mereka sedang mendesain kartu natal di studio milik mereka.

Buku ilustrasi tersebut banyak menampilkan gambar kucing yang ditotal berjumlah 50, 2 diantaranya adalah kucing milik masing-masing penulis dan desainernya, Coco dan Mimi.

Meskipun dalam buku ini sebgaian besar berisi desan dan gambar, pembaca juga disuguhi cerita-cerita yang ditulis bertemakan cinta. Lucu banget, ya! (Sumber: artikel/foto).

Leave a Reply